Selasa, 05 Juli 2011

CINTA BAGAI AIR DI DAUN TALAS


http://www.youtube.com/watch?v=vkUOCURs_44

PAHAMI PERASAANKU

http://www.4shared.com/audio/ibQ8Yf1s/PAHAMI_PERASAANKU-klepon2tinoy.html

CINTA


CINTA




Cinta?
Sampai detik ini aku belum bisa mengerti arti sesungguhnya dari kata itu
Yang kutahu cinta itu terlahir dari rasa kasih dan sayang
mungkin bersifat lebih spesifik namun universal
Namun apakah cinta mampu memprogresivekan sesuatu untuk kemaslahatan manusia?
Atau hanya sekadar identik dengan hawa nafsu?
Mungkin definisi yang seperti itu yang lazim terurai

Tapi Bagiku cinta adalah suatu lahirnya perasaan yang sangat bersifat sacral
Cinta itu bersifat tulus dan penuh akan respeksasi
Cinta itu Agung dan identik dengan loyalitas dan dedikasi
Orang yang penuh dengan cinta maka dia adalah Aulia

FATAMORGANA

FATAMORGANA


Misteri kehidupan yang terus bergulir mengikuti langkah kaki, mengiringi degup jantung, membayangi setiap hembusan nafas, dan mengisi setiap aliran darah.
Kita takkan tahu rahasia Tuhan akan rencana-Nya untuk setiap umat-Nya
Aku belajar untuk menjalani Misteri Kehidupan yang telah Tuhan tentukan untukku di setiap harinya.
Aku menjalani hidup yang ku anggap bagai Fatamorgana.
Namun…..
Disetiap langkah kakiku, disetiap degup jantungku, disetiap hembusan nafasku, dan disetiap aliran darahku….
Aku tetap Yakin….
Aku tetap Yakin akan Iman ku atas agama ku
Aku tetap Yakin tuk menjalani hidup apapun cobaan dan rintangannya
Aku tetap Yakin akan Setiap kejadian yang kualami kan selalu ada hikmah
Dan…..
Aku tetap Yakin bahwa Tuhan selalu ada untuk ku dan memberikan CINTA yang terbaik untukku

RINDUKU PADA NATURA

RINDUKU UNTUK NATURA




Kabut turun di lembah yang tak terjamah
Burung alap-alap kebali ke sarangnya
Langit jingga berganti malam
Percikan air yang mengalir deras di sungai kecil
katak, jangkrik dan burung hantu mulai bernyanyi lagu malam
Udara dingin menusuk sampai ke tulang
Aku membuat api unggun untuk menghangatkan badan
Ku nikmati suasana malam di tempat natura ini
Dengan secangkir kopi di dekat tenda dan api unggun.
Ku dengar binatang malam berbunyi bak menyanyi lagu penghantar tidur
Mataku mulai mengantuk, Badanku meminta untuk merebah menghilangkan letih.
Namun hatiku tak ingin melewatkan suasana natura di malam ini
Namun sejuknya malam, hangatnya api unggun, merdunya suara-suara hewan malam, aliran sungai, hempasan air terjun, seakan meninabobokan ku dalam suasana damai, dan tanpa beban. Bagai dalam dekapan Sang Khalik pada Umat-Nya.



Pagi pun tiba, panorama natura elok tiada tara. Langit biru, halimun masih menyelimuti Gunung-gunung, air terjun, sungai jernih, Pohon-pohon yang gagah, Embun yang membasahi rumput dan dedaunan, Udara bersih dan sejuk nikmat kurasa.
Rasa kagumku pada Sang Pencipta semakin bertambah.
Dapatkah ku hidup setiap hari disini?
Tak ingin rasanya kutinggalkan tempat ini
Namun aku sadar aku harus pergi
Karena aku orang kota yg terjerat kebutuhan materi
Aku harus mengais rezeki untuk esok hari
Namun aku akan kembali ketempat ini
Untuk menghilangkan penat di hati