RINDUKU UNTUK NATURA
Kabut turun di lembah yang tak terjamah
Burung alap-alap kebali ke sarangnya
Langit jingga berganti malam
Percikan air yang mengalir deras di sungai kecil
katak, jangkrik dan burung hantu mulai bernyanyi lagu malam
Udara dingin menusuk sampai ke tulang
Aku membuat api unggun untuk menghangatkan badan
Ku nikmati suasana malam di tempat natura ini
Dengan secangkir kopi di dekat tenda dan api unggun.
Ku dengar binatang malam berbunyi bak menyanyi lagu penghantar tidur
Mataku mulai mengantuk, Badanku meminta untuk merebah menghilangkan letih.
Namun hatiku tak ingin melewatkan suasana natura di malam ini
Namun sejuknya malam, hangatnya api unggun, merdunya suara-suara hewan malam, aliran sungai, hempasan air terjun, seakan meninabobokan ku dalam suasana damai, dan tanpa beban. Bagai dalam dekapan Sang Khalik pada Umat-Nya.
Pagi pun tiba, panorama natura elok tiada tara. Langit biru, halimun masih menyelimuti Gunung-gunung, air terjun, sungai jernih, Pohon-pohon yang gagah, Embun yang membasahi rumput dan dedaunan, Udara bersih dan sejuk nikmat kurasa.
Rasa kagumku pada Sang Pencipta semakin bertambah.
Dapatkah ku hidup setiap hari disini?
Tak ingin rasanya kutinggalkan tempat ini
Namun aku sadar aku harus pergi
Karena aku orang kota yg terjerat kebutuhan materi
Aku harus mengais rezeki untuk esok hari
Namun aku akan kembali ketempat ini
Untuk menghilangkan penat di hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar